Friday, 11 June 2010

Naskah Deklarasi Gerakan Minahasa Muda (GMM)


Di Tondano, 28 Oktober 2008, bediri sebuah organisasi kaum muda Minahasa, bernama Gerakan Minahasa Muda. Berikut ini isi naskah deklarasinya:

DEKLARASI
GERAKAN MINAHASA MUDA

Kami Putra Putri Minahasa
Yang bergumul dan berempati dengan pergumulan hidup Tou Minahasa
Yang peduli dengan eksistensi Tanah Minahasa dalam bingkai keIndonesiaan
Yang rindu melihat Negeri Minahasa yang maju dan unggul dalam percaturan global
Yang ingin menyatukan dan menggerakan potensi      Tou Minahasa Muda
Yang bertekad mengangkat kehidupan Tou Minahasa Muda.


Dengan kesadaran penuh sebagai Tou Minahasa, Warga Negara Indonesia,
Pada hari ini Selasa, 28 Oktober 2008
Dengan kesadaran penuh bahwa pergumulan, kepedulian, kerinduan, keinginan dan tekad luhur
Bagi Negeri, Tanah dan Tou Minahasa tersebut harus memiliki wadah bergerakan.
Maka dengan ini kami sepakat menghimpun diri dalam satu gerakan kebersamaan Minahasa Muda
Dengan nama:
GERAKAN MINAHASA MUDA (GMM)

Thursday, 10 June 2010

waleta Minahasa edisi II, 15 Juni - 15 Juli

Telah terbit edisi II Majalah WALETA MINAHASA

Sunday, 6 June 2010

WALETA MINAHASA; Media Kebudayaan Minahasa Pertama

Tondano - Tou Minahasa kini memiliki media kebudayaan yang fokus pada publikasi kekayaan kebudayaan Minahasa. Majalah “Waleta Minahasa” diluncurkan Jumat (7/5/2010) bertempat di hotel Tou Dano, Tondano- Minahasa. Hadir dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan diskusi budaya bertajuk “Membongkar Sentralisme dan Imprealisme” ini sejumlah tokoh Minahasa, budayawan, sastrawan dan aktivis mahasiswa.

Sore itu di MINAWANUA



Sore itu, Senin, dua empat bulan lima tahun dua puluh sepuluh
kususuri tepian sungai Tondano, di wanua Kiniar-Toulour
indah nian riak lembutnya tentramkan pikir dan rasa
yang tak sabar menengok jejak, tanda peradaban bangsaku MINAHASA



Sore itu, di Tanah Toulour yang basah.yang dulu basah bersimbah darah..
Melewati rimbunnya rerumputan dan tanah berawa,
akhirnya kuinjakan kaki di MINAWANUA....

Sore itu, di MINAWANUA
melihat waruga para leluhur negeri, para waraney MINAWANUA
Hamparan luas lahan bekas BENTENG MORAYA
Ku rasa bangga terlahir sebagai Tou Minahasa

Sore itu, di MINAWANUA
membayangkan patriotisme para Tou Ente’ Se’ Waraney Minahasa
Ku rajut makna:
“Tou Minahasa, berani, berjiwa kesatria, pejuang kebenaran”
Ku rangkai komitmen:
“Nyaku Tou Minahasa musti berani, tekun, ulet, tak kenal lelah, rela berkorban”

Sore itu di MINAWANUA – TONDANO
Ku bangun lagi BENTENG MORAYA di hatiku
Tuk siap hadapi gempuran Kolonialis modern
Bertopeng teknologi dan materialisme.....

Sore itu, di MINAWANUA ku lihat Sang Manguni
Tatapnya tajam membawa pesan:
“Wangunen um banua,
Ma esa-esaan, ma tombol-tombolan, ma sawang-sawangan,
Esa Genang, Esa Lalan”

Sore itu di MINAWANUA, ku jawab Sang Manguni:
“I Jayat U Santi !!!!”

by. MEIDY TINANGON
Negeri KINIAR, malam, sehabis 'sore dari MINAWANUA'
24 MEI 2010
penghargaan kepada para waraney negeri MINAWANUA

Facebook | Foto Denni Pinontoan - Cover Buku Memerdekakan Tou Minahasa

Facebook | Foto Denni Pinontoan - Cover Buku Memerdekakan Tou Minahasa